Asal Usul Bubur Pedas Sambas Yang Menjadi Ragam Kuliner Khas Kalimantan Barat

justinpotts.com – Bubur pedas Sambas adalah salah satu makanan tradisional yang berasal dari Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dikenal dengan cita rasanya yang unik dan kompleks, bubur ini tidak hanya sekedar makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kebudayaan masyarakat Melayu di Sambas. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi sejarah, komposisi, dan pentingnya bubur pedas Sambas sebagai warisan kuliner.

Sejarah dan Konteks Budaya

  1. Koneksi dengan Sambas: Bubur pedas telah lama menjadi bagian dari tradisi kuliner Sambas, yang mana kabupaten ini memiliki keragaman etnis dan budaya, terutama masyarakat Melayu dan Dayak.
  2. Peran dalam Masyarakat: Biasanya, bubur pedas disajikan pada bulan Ramadan, menjadikannya hidangan yang erat kaitannya dengan kegiatan keagamaan dan momen berkumpul keluarga.

Bahan dan Proses Pembuatan

  1. Bumbu Rempah: Keistimewaan bubur pedas terletak pada bumbu rempah yang digunakan, seperti kunyit, lengkuas, serai, dan berbagai jenis cabai, yang memberikan rasa pedas dan aroma yang khas.
  2. Bahan Utama: Komponen utama bubur ini adalah beras yang dimasak dengan rempah hingga teksturnya menjadi kental. Bubur ini kemudian diperkaya dengan tambahan sayuran seperti labu, long beans, daun keladi, dan terkadang ikan dan daging.
  3. Proses Memasak: Pembuatan bubur pedas memerlukan waktu dan kesabaran, dari memasak beras dengan bumbu hingga teksturnya pas, hingga mengolah dan menambahkan berbagai bahan tambahan lainnya.

Persebaran dan Popularitas

  1. Kuliner Ramadan: Meskipun tradisionalnya disajikan saat Ramadan, bubur pedas Sambas kini dapat dinikmati sepanjang tahun, menandakan peningkatan popularitasnya.
  2. Pengakuan Luar Sambas: Pengakuan terhadap bubur pedas Sambas telah melampaui batas kabupaten asalnya, menarik perhatian pecinta kuliner di seluruh Kalimantan Barat dan wilayah lain di Indonesia.

Nilai Nutrisi

Bubur pedas Sambas merupakan sumber karbohidrat yang baik dan kaya akan serat dari sayuran yang digunakan. Rempah-rempah yang ada di dalamnya juga menawarkan manfaat kesehatan seperti sifat anti-inflamasi dan meningkatkan metabolisme.

Aspek Sosial dan Budaya

  1. Identitas Kuliner: Bubur pedas telah menjadi salah satu identitas kuliner masyarakat Sambas, mencerminkan tradisi dan keragaman budaya daerah tersebut.
  2. Warisan Budaya: Selain kelezatannya, bubur pedas Sambas juga memiliki nilai warisan budaya yang penting untuk dilestarikan dan dipromosikan.

Pelestarian dan Warisan Kuliner

  1. Pelestarian Melalui Praktik: Praktik pembuatan bubur pedas dari generasi ke generasi menjadi salah satu cara pelestarian hidangan ini.
  2. Promosi Kuliner: Festival kuliner dan kegiatan sosial lainnya sering digunakan sebagai platform untuk mempromosikan bubur pedas Sambas, baik di tingkat lokal maupun nasional.