Penganiayaan Mematikan Anak Tiri di Bandung: Ayah Tiri Berikan Tramadol Sebelum Kejadian

justinpotts.com – Tragedi menimpa BTM, seorang bocah lelaki berusia empat tahun, yang tewas setelah mengalami serangkaian penganiayaan oleh ayah tirinya. Lebih lanjut, korban juga telah diberikan obat-obatan terlarang jenis tramadol oleh pelaku, Mulyadi yang berusia 31 tahun, juga dikenal dengan nama Ujang atau Ubro. Insiden penyalahgunaan obat tersebut terjadi saat mereka berdua bekerja mengemudi angkutan kota.

Pengakuan dan Detail Insiden oleh Kepala Polisi Bandung

Konfirmasi Kasus oleh Otoritas Kepolisian:

Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, mengonfirmasi pada tanggal 7 April 2023 bahwa korban telah diberikan obat tramadol oleh tersangka. Menurut Kombes Kusworo, tersangka yang sering mengemudi angkutan kota, membeli kopi yang dicampur tramadol dan membiarkan anak tirinya meminumnya, sebuah tindakan yang dikecam keras mengingat usia korban yang masih sangat muda.

Penangkapan Tersangka oleh Satreskrim Polresta Bandung

Pelaku Ditangkap Tanpa Perlawanan:

Dengan cepat dan tanpa perlawanan, Satreskrim Polresta Bandung menangkap Mulyadi di rumahnya yang berlokasi di Kampung Pamoyanan, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka. Tindakan ini merupakan respons kepolisian atas tindak kekerasan yang telah terjadi.

Deskripsi Kondisi Tersangka pada Saat Penangkapan

Kondisi Fisik dan Emosi Tersangka:

Saat penangkapan, Mulyadi terlihat lesu dan tertunduk, dengan tangan yang terborgol dan mengenakan seragam tahanan dari Polresta Bandung. Postur tubuhnya yang kurus dan rambutnya yang ikal, bersama dengan raut wajahnya, menunjukkan penyesalan mendalam.

Pernyataan Kepuasan dari Kapolresta Bandung

Respon Cepat Kepolisian:

Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo, menyatakan kepuasan atas kerja cepat timnya yang berhasil menyelesaikan kasus ini dalam kurang dari 24 jam, menyoroti efisiensi dan dedikasi kepolisian dalam menangani kasus kejahatan, khususnya yang melibatkan anak-anak.

Peristiwa ini menyoroti isu penting mengenai kekerasan dalam rumah tangga dan penyalahgunaan obat terlarang yang mengakibatkan kehilangan nyawa anak yang tidak bersalah. Penyelesaian kasus yang tangkas oleh Polresta Bandung memberikan pesan yang kuat tentang pentingnya perlindungan anak dan konsekuensi serius bagi pelaku tindak kejahatan terhadap anak.